Hal Sepele yang Bisa Membuat HP Android Cepat Rusak

Sebagai pengguna HP Android dijaman majunya teknoligi saat ini, telah menjadi salah satu kebutuhan primer yang sangat bergantung untuk semua aktivitas, mulai dari berkomunikasi, bekerja, mencari hiburan hingga melakukan transaksi online. Begitu bermanfaatnya dengan dibantu oleh kemajuan teknologi, HP Android ini sangat mudah untuk digunakan cukup dalam genggaman tangan saja.


Seringnya penggunaan HP Android terkadang membuat pengguna tidak sadar untuk merawatnya. Banyak pengguna cenderung melakukan hal-hal sepele yang dianggap tidak penting, tapi kenyataannya berdampak buruk pada kondisi HP Android.

Contohnya mengisi daya sambil digunakan, dan penggunaan charger yang bukan pasangannya ternyata dapat merusak HP Android.

Berikut ini apa saja hal sepele yang bisa membuat hp android cepat rusak yang sering dilakukan tanpa disadari sebagai berikut.

1. Salah posisi saat menggenggam HP Android.

Hal yang pertama yang jelas pasti disepelekan banyak pengguna HP Android yaitu salah posisi menggenggam HP Android. Meski tidak terlalu signifikan dampaknya, ternyata juga dapat menyebabkan HP Android menjadi cepat rusak. Apabila sering menggenggam HP Android terlalu erat terutama pada bagian casing belakang, maka kemungkinan panas yang dihasilkan HP Android tak bisa keluar dengan baik.

Dari permasalahan tersebut maka mulailah untuk mencoba agar tidak terlalu erat saat menggenggam HP Android dan beri waktu rehat untuk penggunaannya dalam jangka waktu tertentu agar panas yang dihasilkan dapat keluar dengan baik.

2. Membawa HP Android ke Dalam Toilet

Banyak orang membawa HP Android ke dalam toilet untuk sekedar mendengar musik atau hal lainnya. Akan tetapi hal tersebut merupakan kebiasaan yang harus segera ditinggalkan dan termasuk hal sepele yang bisa membuat hp android cepat rusak. Sebab apabila HP Android terkena air pastinya akan mengalami kerusakan.

Selain itu ada bahaya bagi penggunanya karena didalam toilet terdapat banyak bakteri dan kuman. Sehingga HP Android yang dibawa ke dalam toilet akan beresiko menjadi media penyebaran bakteri yang dapat menyerang tubuh.

3. Membiarkan suhu HP Android menjadi terlalu panas atau dingin

Kadang sering pengguna HP Android membiarkan HP yang digunakan menjadi terlalu panas. Selain penggunaan yang berlebihan HP Android juga dapat menjadi panas karena faktor dari luar. Misalkan menaruh HP Android di dashboard mobil dapat menyebabkan HP Android menjadi panas.

HP Android yang terlalu panas akan mempengaruhi prosesor secara negatif. Dan apabila tingkat kelembaban terlalu tinggi, maka akan muncul kondensasi di dalam HP Android.

Bukan sekedar suhu panas saja yang perlu dihindari, akan tetapi juga suhu yang terlalu dingin. Rata-rata suhu internal HP Android berkisar antara 37°-43°C. Sementara suhu yang direkomendasikan adalah 0°-35°C.

Apabila suhu pada HP Android terlalu dingin, maka elektron dalam cairan elektrolit baterai tidak dapat menghasilkan arus yang cukup untuk memberi daya.

4. Penggunaan kabel, pengisi daya, baterai atau powerbank yang abal-abal

Banyak sekali pengguna HP Android asal memakai aksesoris penunjang berupa kabel pengisi daya, pengisi daya, baterai ataupun powebank. Selain itu juga sering membelinya yang tidak resmi dan abal-abal karena cenderung lebih murah.

Alhasil, banyak dari aksesoris tersebut dapat merusak HP Android secara permanen bahkan lebih buruk lagi yaitu beresiko terbakar ataupun terkena sengatan listrik. Tentunya, hal ini tidak sebanding dengan penghematan jangka pendek.

Kemudian salahsatunya aksesoris Powerbank. Memang bisa dibilang sebagai aksesori ini sangat berguna akan tetapi harganya yang tidak murah. Oleh karena itu, banyak pengguna HP Android yang memilih membeli powerbank dengan harga murah namun kualitasnya tidak terjamin.

Padahal powerbank abal-abal dapat memberi dampak buruk karena memiliki output arus yang tidak cocok untuk digunakan pada HP Android. Selain itu menggunakan powerbank abal-abal dapat membuat baterai jadi cepat aus.

Maka dari itu belilah aksesoris seperti diatas dengan kualitas yang terjamin. Memang harganya sedikit lebih mahal, akan tetapi lebih baik menjaga keawetan mesin HP Android daripada HP Android yang digunakan cepat rusak.

5. Tidak melakukan pembaruan OS ketika terdapat notifikasi pembaruan

Seiring waktu sistem operasi (OS) android semakin berkembang dengan pembaruan – pembaruan yang ada. Begitupun dengn kondisi penunjang lainnya seperti APK dan jaringan yang tersedia. Pembaruan tersebut pastinya ada manfaatnya bagi para pengguna HP Android. Dari performa yang ditingkatkan, fixing kesalahan sistem OS sebelumnya, tampilan yang baru, kecepatan penggunaan , dan lain sebagainya.

Akan tetapi ada beberapa pengguna Android apabila ada pembaharuan OS pada HP Android yang dimiliki tidak melakukan pembaruan tersebut dengan alasan OS sebelumnya masih bisa untuk digunakan dan merasa boros kouta jika melakukan pembaruan.

Hal tersebut mungkin sepele akan tetapi sangat berpengaruh pada keawetan HP Android karena berhubugan dengan komponen-komponen yang ada didalamnya. Diibaratkan seperti otak manusia jika tubuh tidak diperbarui sesuai kebutuhan, kinerjanya akan menurun.

Maka dari itu melakukan pembaruan OS sangatlah penting untuk keawetan HP Android yang digunakan.

6. Menggunakan HP Android disaat mengisi daya baterai.

Pada dasarnya selama proses pengisian daya baterai HP Android telah menghasilkan banyak panas. Disaat itu pengguna HP Android apabila menggunakannya secara bersamaan (untuk chatting atau main games ataupun lainnya) maka intensitas panas pada baterai akan semakin meningkat.

Dampaknya apabila hal tersebut dilakukan secara terus-menerus maka HP Android akan cepat rusak dan keawetan baterai akan berkurang mendadak.

Maka dari itu jangan sepelekan hal ini karena sangat berpengaruh dengan ketahanan HP Android.

7. Membiarkan memori hp Android penuh

Saat ini penggunaan HP Android dengan memori internal berukuran 32 GB bisa penuh dalam waktu yang cepat. Solusi paling mudah apabila memori penuh adalah menghapus file yang tidak perlu atau melakukan backup, seperti memindahkan ke laptop ataupun harddisk. Bisa juga menguploudnya ke layanan cloud seperti Google Drive ataupun Dropbox.

Ada banyak permasalahan jika membiarkan memori hp penuh terius menerus. contohnya tidak bisa mengunduh atau memperbarui aplikasi hingga menjadikan penggunaanya melambat dan kinerjanya menurun.

8. Mengantongi HP Android di celana yang ketat

Dengan ukuran HP Android yang pas di saku celana memang sangat mudah untuk membawanya. Namun ternyata kebiasaan tersebut dapat membayakan HP Android.

Selain dapat mengakibatkan risiko layar tergores, HP Android yang disimpan disaku celana juga dapat mengakibatkan bengkok jika tidak disengaja tertekuk. Apalagi degan HP Android yang memiliki ukuran agak tipis malah semakin beresiko.

Jika sudah bengkok maka hal itu dapat menimbulkan bahaya yang lebih parah. HP Android dapat saja menjadi rusak total atau bahkan meledak karena baterai yang rusak.

9. Membiarkan baterai HP Android habis sepenuhnya

Beberapa HP Android memiliki baterai berjenis lithium-ion yang diprogram untuk sejumlah siklus pengisian dan pemakaian secara penuh dari 100% hingga menjadi 0%.

Selama digunakan secara terus menerus dari siklus ini maka kapasitas baterai akan mulai berkurang.

Oleh karena itu tidak membiarkan HP Android kehabisan sampai sepenuhnya mati itu lebih baik agar HP Android tidak cepat rusak. Disarankan untuk mengisi dayanya ketika tingkat baterai turun menjadi sekitar 20% saja.

10. Tidak menggunakan casing dan penggunaan casing yang tidak tepat.

Bagi beberapa pengguna HP Android tidak menggunakan casing atau pelindung layar terdengar sepele. Namun kejadian tak terduga mungkin saja bisa terjadi kapan saja. Seperti menjatuhkan HP Android atau tidak sengaja terlempar. 

Terlalu sulit untuk dihindari jika benturan yang tidak disengaja terjadi dapat berpengaruh besar terhadap performa HP Android. Benturan dapat menimbulkan retakan kecil yang dapat merusak Komponen HP Android bahkan dapat berpotensi membuat kerusakan menjadi lebih besar.

Selain itu bagi pengguna yang rajin menggunakan casing, terkadang banyak mengganti casing HP Android dengan casing baru yang unik. Namun sayangnya tak semua casing itu baik.

Apabila memasang casing ke HP Android yang salah, dapat mengakibatkan HP Android akan cepat panas dan tentunya daya baterai cepat berkurangnya. Kalau dibiarkan terus-menerus lama-lama HP Android akan cepat rusak.

Itulah hal sepele yang bisa membuat hp android cepat rusak dan sering pengguna HP Android tidak memperdulikannya. Oleh karena itu diharapkan untuk bisa pintar-pintar dalam menggunakan HP Android agar pengunaan nya nyaman dan tahan lama. Semoga artikel tersebut membantu.

0 Response to "Hal Sepele yang Bisa Membuat HP Android Cepat Rusak"

Post a Comment

Silakan tulis pesan di kolom komentar dengan bijak. Komentar SPAM, memberikan link tanpa izin Admin, dan tindakan negatif lain tidak akan diterbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel